Kesalahan Terbesar

 "Apakah setiap orang pernah melakukan kesalahan yang sangat besar?", itulah kalimat yang sering saya tanyakan kepada diri sendiri. Berawal dari seorang perempuan yang berhasil merubah diri saya yang sangat keras kepala menjadi lebih bijak, merubah diri saya yang tempramental menjadi lebih sabar, dan merubah diri saya menjadi lebih menghargai keberadaan seseorang.


-Kedatangannya-
Teringat masa-masa dahulu ketika saya benar-benar masih menjadi pecundang karena hanya dapat menatap senyumnya yang indah dari kejauhan, ingin memberikan perhatian namun tidak berani berbicara, tahu namanya pun saya tidak berani. Kadang rasa iri selalu menghantui karena melihat teman-teman dekat saya selalu menyebutkan namanya. Tapi ketahuilah ada sesuatu yang lebih buruk dari itu...

-Nama yang indah-
Memiliki teman yang konyol tidak sepenuhnya menjengkelkan, berkat mereka saya bisa tahu namanya. Ya pada keadaan tersebut mungkin saya yang terlihat konyol, karena nama wanita itu saya ketahui dari pembicaraan teman-teman saja bukan dari orangnya langsung.

-Mendengar Suaranya-
Entah angin apa yang sedang menghampiri diri yang pengecut ini, pada suatu malam tiba-tiba suasana mencair dalam hangatnya obrolan bersamanya dibalut senyuman cantik dan mata yang indah yang berbinar, hingga mentapanya saja kadang saya merasa tidak sanggup. huuuhh... rasanya tidak ingin malam itu berlalu dengan cepat.

-Banyak hal yang dia tanyakan-
YES, akhirnya saya dapat berbincang melalui layar ponsel dengan dia... ya, pembicaraan kami semakin hangat walau hanya melalui layar ponsel, ternyata banyak hal yang ingin dirinya ketahui tentang saya, dan pertanyaan-pertanyaan itu membuat hati saya semakin membiru. "kamu punya rencana nikah di usia berapa?" Pertanyaan itu yang membuat tingkah saya menjadi tidak rasional dan pertanyaan yang tidak akan saya lupakan hingga saat ini.

-Rahasia-
Hari demi hari berlalu, saya masih merahasiakan kedekatan dengannya di hadapan teman-teman, karena saya tidak ingin ada yang terluka diantara mereka. Namun sepandai pandainya menyimpan bangkai, pasti akan tercium baunya. Ya, akhirnya kedekatan saya dengan dirinya banyak diketahui orang lain, yang menyababkan pernyataan dan pertanyaan konyol dilontarkan dihadapan saya, tapi itu sangat menyenangkan.

-Sempurna-
Banyak kesempurnaan yang ada pada dirinya, selain dari senyuman dan mata yang indah itu. Dia memiliki hati yang sangat baik. Selalu meredakan amarah saya, selalu memberikan masukan positif dikala saya sedang terjatuh, selalu sabar dikala saya menyalahkan keadaan, dan masih banyak lagi kesempurnaan di dalam dirinya sehingga tidak dapat saya sebutkan semuanya.

-Perhatiannya-
"Hei, kamu tau gak aku paling gak suka tolak angin kalo diseduh :D eiits, tapi kalo kamu yang bikin kok rasanya jadi enak banget haha". Ya sebagai manusia biasa pasti saya pernah dan akan merasakan sakit, perhatian itu yang tak akan saya lupakan hingga saat ini. Kamu sengaja menjenguk saya dan membawakan saya beberapa camilan dan susu beruang, kalo tidak salah dulu itu saya keracunan haha. Oh ya saya pernah mual juga dan terlihat wajah khawatir dan cemasnya, ya saya tidak tega melihat wajah cemas itu, karena dia baru pulang kuliah dan rela pergi ke warung hanya untuk membelikan saya minyak kayu putih. Hei, kalo kamu baca artikel ini maaf ya sering merepotkan :).

-Tiba-tiba-
"WANITA HEBAT" Ya, dia mengikuti kegiatan himpunan di kampus. "Kamu bilang belum tidur malam itu, dan baru pulang paginya. Kenapa tiba-tiba pengen makan mie instant?", Kejadian yang tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata, ketika kita memasak mie instant dan memakannya bersama, sederhana memang, tapi bagi saya itu priceless. Bukan nilai dari sebuah makanannya yang saya nikmati, namun kualitas dari momen tersebut. "eh btw, bumbunya kok gak kerasa ya? haha"

-Konyol-
Sore itu dia lupa membawa kunci kost dan dia basah kuyup karena baru tiba di Bandung. Lantas saya membawanya untuk beristrahat sementara di lawang pintu kosan saya, sambil menunggu teman kosannya pulang dan membawa kunci kosannya. "untung hujannya air ya, jadi cuma basah doang".

-Bodoh-
Ini adalah bagian yang menceritakan sikap saya terhadap dirinya. Ya saya memang sangat bodoh dan lancang, setelah kedekatan kita dan seluruh kebaikannya, saya malah membuatnya kecewa hingga menghilangkan kepercayaannya, dan pada akhirnya hingga saat ini kita sudah tidak seperti yang dulu lagi.

-Penyesalan-
Dari kisah tersebut saya mendapatkan pelajaran berharga. Jangan pernah mengambil keputusan ketika kondisi hati kita sedang tidak baik, sebelum kamu akan kehilangan segalanya.


"Aku tak pernah menunggu. Kamu tak pernah sengaja datang, tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau untuk saling memberi pelajaran. Entah untuk saling mengirim undangan, atau duduk bersama di pelaminan." Rohmatikal Maskur

Kutipan di atas sangat sesuai dengan apa yang saya rasakan saat ini. Mungkin Tuhan mempertemukan kita hanya untuk saling memberi pelajaran. 


Komentar